Pengembangan karakter dalam suatu sistem pendidikan adalah
keterkaitan antara komponen-komponen karakter yang mengandung nilai-nilai
perilaku, yang dapat dilakukan atau bertindak secara bertahap dan saling
berhubungan antara pengetahuan nilai-nilai perilaku dengan sikap atau emosi
yang kuat untuk melaksanakannya, baik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama,
lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional
tersebut
secara sadar menghargai pentingnya nilai karakter (valuing). Karena mungkin saja perbuatannya tersebut
dilandasi oleh rasa takut untuk berbuat salah, bukan karena tingginya
penghargaan akan nilai SAAN berbKEBIAuat baik tidak selalu menjamin bahwa
manusia yang telah terbiasa itu. Misalnya ketika seseorang berbuat jujur hal
itu dilakukan karena dinilai oleh orang lain, bukan karena keinginannya yang
tulus untuk mengharagi nilai kejujuran itu sendiri.
Oleh karena itu
dalam pendidikan karakter diperlukan juga aspek perasaan (domain affection
atau emosi). Komponen ini dalam pendidikan karakter disebut dengan “desiring
the good” atau keinginan untuk berbuat kebaikan.
Pendidikan
karakter yang baik dengan
demikian harus melibatkan bukan saja aspek “knowing the good” (moral
knowing), tetapi juga “desiring the good” atau “loving the
good” (moral feeling), dan “acting the good” (moral action). Tanpa itu
semua manusia akan sama seperti robot yang terindoktrinasi oleh sesuatu paham.
No comments:
Post a Comment